Sabtu, 09 Agustus 2014
Love strory
Didesa yang cukup indah hiduplah sepasang suami istri yang hidup dengan kebahagian mereka, saling mencintai dan saling mengasihi selama hidupnya. Di altar gereja mereka telah mengucapkan sumpah untuk saling bersama dalam suka maupun duka di setiap menjalani mahligai rumah tangga mereka. Suami yang tampan, berwibawa dan pekerja keras juga istri yang anggun, baik, ramah, cantik dan penuh dengan perhatian. Mereka mungkin adalah pasangan paling serasi yang pernah ada. Hingga pada akhirnya didesa mereka tinggal terdapat suatu musibah, dimana penyakit kulit seperti penyakit kulit kusta sudah menyebar di desa mereka. Penyakit yang sangat membuat semua penduduk desa resah, hingga pada suatu hari Istri dari pria itu terkena oleh penyakit kusta yang sangat mengerikan, wajahnya menjadi jelek dan buruk rupa, walau begitu suami sang istri belum mengetahui istrinya terkena penyakit kusta. Saat malam suaminya pulang kerumah ternyata sang suami tak pulang sendirian begitu banyak warga yang memapahnya untuk memasuki rumah sang istri ternyata sang suami mengalami kecelakan berat saat di luar desa mereka. Suami sang istri mengalami kelumpuhan permanen dan mengalami kebutaan. Sungguh sangat berat beban yang mereka pikul untuk hidup. namun suami sang istri berkata
"Beginilah keadaanku sekarang istriku. Maukah kamu menerima aku apa adanya? Dengan kaki yang tak mampu melangkah,, dengan mata yang tak mampu lagi melihat wajah cantikmu." Suara sang suami terdengar sangat sesak di hati istrinya. Dengan lembut sang istri mencium keningnya dan mengelusnya dengan lembut.
"Seperti apa pun engkau, sebagimana pun dirimu, aku akan tetap mencintaimu di dalam suka maupun duka, seperti janji kita di atas altar gereja."
Setelah itu, hari-hari mereka penuh dengan kasih sayang, namun semakin lama sang istri semakin tak kuat melawan rasa sakit pada penyakitnya. Perlahan-perlahan kuku-kuku tangan dan kakinya mulai putus-putusan, kulitnya kusam seperti terbakar wajahnya yang sudah keriput dan tua, sang istri tak pernah mau berobat karena sedetik pun ia tak ingin meninggalkan suaminya di rumah sendirian. Hingga pada umur sang istri 80 tahun, sang istri meninggal dengan jari-jari kaki juga tangan sudah berputus-putusan, tiada satu pun dari penduduk desa yang memberi tahu sang suami penyakit istrinya. Hingga setelah penguburan sang istri selesai, sang suami dengan kursi rodanya masih tetap menatap nisan sang istri. Memang mungkin semua akan kembali pada Tuhan. Lalu sang suami menggerakkan kursi rodanya untuk menuju pulang ke rumahnya tiba-tiba ada suara yang ia dengar.
"Kakek mau pergi kemana? Bukan kah kakek lumpuh dan buta? Bagaimana mungkin kakak tahu jalan pulang." Dengan wajah yang muram namun sang suami tersebut masih bisa tersenyum
"Aku tak pernah buta dan lumpuh namun sengaja aku melakukan semua itu agar istriku tak malu dan tak menghindariku dengan semua penyakit kusta yang telah merenggut kecantikannya. Aku mencintainya dan aku tau dia sedang menungguku di surga. Lalu sang suami pergi namun masih tetap menggunakan kursi roda tersebut.
JANGA NANGISS YAAA :)
Langganan:
Postingan (Atom)
